Rabu, 10 Juli 2013

"Tempurung Dalam Tempayan"

Alkisah... di pojok sebuah rumah kosong.... Teronggok sendirian, tempurung kelapa yang masih menyisakan sebagian serabutnya namun tak bersisa secuilpun daging kelapa di dalamnya... sebuah lubang kecil menghiasi dasar tempurung kecil ini...

Minggu, 10 Juli 2011

LUPA ber-SYUKUR

Bersyukurlah apabila kamu tidak tahu sesuatu …
Karena itu memberimu kesempatan untuk belajar …

Bersyukurlah untuk masa-masa sulit …
Di masa itulah kamu tumbuh …

Bersyukurlah untuk keterbatasanmu …
Karena itu memberimu kesempatan untuk berkembang …

Bersyukurlah untuk setiap tantangan baru …
Karena itu akan membangun kekuatan dan karaktermu …

Bersyukurlah untuk kesalahan yang kamu buat …
Itu akan mengajarkan pelajaran yang berharga …

Bersyukurlah bila kamu lelah dan letih …
Karena itu kamu telah membuat suatu perbedaan …

Bersyukurlah bila Bitung itu panas...
karena akan memaknai sejuk-dinginnya Kayuuwi.
tiba dengan selamat dari ber-"PENGUCAPAN SYUKUR..." Thanks God.

Sabtu, 02 Juli 2011

Tentang Abu Vulkanik dan Dampaknya Pada Kesehatan


Saat meletus, gunung berapi memang umumnya menyemburkan uap air (H2O), karbon dioksida (CO2), sulfur dioksida (SO2), asam klorida (HCl), asam fluorida (HF), dan abu vulkanik ke atmosfer. Abu vulkanik mengandung silika, mineral, dan bebatuan. Unsur yang paling umum adalah sulfat, klorida, natrium, kalsium, kalium, magnesium, dan fluoride. Ada juga unsur lain, seperti seng, kadmium, dan timah, tapi dalam konsentrasi yang lebih rendah.
Khusus silika, sebenarnya memang ada di sekitar kita, dan sangat mungkin terhirup dalam kondisi normal tapi intensitasnya tidak besar, dan kalaupun terpapar tidak terus-menerus seperti saat letusan gunung seperti ini. Dengan intensitas tinggi, bisa jadi bulu-bulu hidung tak cukup kuat menahan serangan partikel polutan berbahaya. Belum lagi ada kemungkinan suhu panas dan gas-gas beracun yang mungkin ikut keluar bersama abu vulkanik. Akumulasi silika dalam paru-paru bisa mengakibatkan silikosis yang menyebabkan kerusakan pada paru-paru. Silikosis umumnya menyerang pekerja tambang. Namun mereka terserang silikosis karena paparan silika konsentrasi tinggi dari jangka waktu yang lama.
Kondisi penduduk yang mungkin mengalami stres, kurang istirahat, dan kurang makanan bergizi, sehingga akan mengakibatkan daya tahan tubuh pengungsi turun. Lemahnya daya tahan tubuh ditambah paparan silika bisa membuat infeksi semakin mudah menyerang.
Partikel abu sangat kecil sehingga mudah tertiup angin hingga ribuan kilometer. Yang paling berpotensi merusak tubuh adalah partikel abu terkecil yang mencapai kurang dari 1/100 milimeter. Ini berbahaya karena mudah menembus masker kain dan masuk ke paru-paru.

Seseorang dengan bronkhitis, emfisema dan asma disarankan mengurangi aktivitas di luar ruang karena paparan abu vulkanik bisa memperparah gangguan kesehatan.

WHO mengatakan, konsentrasi abu vulkanik setiap gunung berapi berbeda, tergantung kondisi alam seperti suhu udara dan angin. Jika mengalami iritasi atau sakit di tenggorokan dan paru-paru, pilek, atau mata gatal, sebaiknya segera kembali rumah dan membatasi kegiatan di luar ruang,

Selain partikel berbahaya, abu vulkanik juga berpotensi mengandung gas belerang dioksida dalam kadar rendah. Itulah mengapa ketika mulai mencium aroma belerang, sangat disarankan segera menjauh dari kawasan tersebut.
Dampak kesehatan yang terjadi di luar kesehatan pernapasan atau paru, di antaranya iritasi pada mata, seperti mata berair hingga kebutaan. Kulit pun menjadi bagian yang terkena dampak akan bahaya vulkanik, di antaranya iritasi berupa gatal-gatal, bisa membuat erosi, bahkan kulit bisa terbakar karena abu vulkanik.

HUJAN ABU VULKANIK


Gunung Soputan mengeluarkan asap dan abu vulkanik yang umumnya terdiri dari partikel yang bentuknya tidak teratur, tajam dan bergerigi. Dengan kombinasi dan bentuk yang tidak teratur itu membuat abu vulkanik bersifat sangat menghancurkan.

Abu yang dikeluarkan bervariasi tergantung dari intensitas, ukuran partikel, kekuatan letusan dan kecepatan angin yang memabwa partikel-partikel tersebut. Hujan abu ini bisa disertai dengan guntur, kilat yang keras serta bau belerang yang kuat.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah abu vulkanik masuk ke dalam tubuh, yaitu:
Usahakan untuk tinggal di dalam rumah atau tempat pengungsian sebanyak mungkin, hal ini untuk meminimalkan paparan debu. Selain itu hindari aktivitas yang berat.
Jika memiliki penyakit asma atau gangguan pernapasan lain, pastikan memiliki pasokan obat yang cukup dan pelajari manajemen bernapas. Jika timbul masalah pernapasan lain segera hubungi dokter.
Usahakan untuk menghindari pintu atau jendela ketika akumulasi abu datang.
Jika ingin keluar, gunakanlah masker wajah untuk mengurangi inhalasi partikel abu. Menggunakan masker memang bisa membuat napas menajdi lebih sulit, tapi ini penting untuk menghindari inhalasi abu.
Jika tidak ada masker, gunakan sapu tangan, kain atau pakaian lain yang dapat menyaring partikel abu. Untuk meningkatkan efektivitasnya bisa membasahi kain dengan menggunakan air.
Gunakan kacamata dan melepaskan lensa kontak yang untuk melindungi mata dari iritasi.
Usahakan untuk selalu menggunakan baju lengan panjang dan juga celana panjang jika ingin bepergian atau membersihkan abu.
Hati-hati saat mengonsumsi air minum, usahakan air yang dikonsumsi tidak terpapar atau tercemar abu vulkanik.
Usahakan untuk menyiapkan pertolongan pertama seperti obat, minum, makanan dan pakaian ganti.
Jika terkena luka bakar, cedera dan menghirup gas atau abu, segera minta bantuan medis untuk mendapatkan perawatan.
Luka bakar yang timbul akibat abu vulkanik umumnya lebih dalam dan bisa mencapai otot, untuk itu diperlukan pertolongan segera agar luka bakar tidak semakin meluas yang dapat mengakibatkan kematian.


Bagaimana pertolongan pertamanya?
Jika mata kemasukan abu atau debu, ada beberapa hal yang bisa dilakukan sebagai pertolongan pertama, yaitu:
Usahakan untuk tidak menggosok mata, karena akan membuat permukaan mata tergores yang nantinya menyebabkan infeksi seperti mata merah atau iritasi.
Pejamkan mata untuk beberapa saat, karena air mata akan berusaha membersihkan mata dari debu atau partikel yang masuk.
Jika tidak berhasil bisa dengan cara mencelupkan mata ke dalam air yang bersih untuk membantu mengeluarkannya.
Jika belum bisa keluar juga segera bawa ke dokter untuk mendapatkan perawatan.
Jika tubuh mengalami luka bakar, ada beberapa hal yang bisa dilakukan, yaitu:
Usahakan untuk membersihkan luka jika tidak parah dengan menggunakan air mengalir.
Saat tubuh terkena luka bakar, maka dengan sendirinya tubuh akan mengeluarkan cairan untuk mengobatinya.
Jika luka bakarnya cukup dalam atau luas, segera minta bantuan medis. Hal ini untuk mencegah terjadinya kerusakan organ yang lebih parah serta dehidrasi yang bisa memicu kematian.

Jika mengalami sesak napas akibat menghirup abu, ada beberapa hal yang bisa dilakukan, yaitu:
Berikan bantuan obat semprot inhaler.
Membantu seseorang ke posisi yang nyaman terutama duduk tegak sambil bersandar, jangan memposisikan orang untuk tiduran.
Cobalah untuk mengajaknya bernapas perlahan-lahan dan dalam.
Usahakan untuk mengajaknya ke tempat yang lebih bersih untuk menghindari paparan yang lebih berat.
Jika obat inhaler tidak memberikan pengaruh atau justru bertambah parah, mintalah pertolongan medis (detikhealth).

ke-biasa-an


"....jika lagi membuat postingan di FB...kebiasaan menaruh banyak titik di depan dan di akhir kalimat sepertinya sudah menjadi kebiasaanku...."
BANYAK memang yang bisa diwakilkan oleh deretan titik2 itu :
alasan pertama, kalimat(atau kata)yang ada telah dipikirkan sebelum diposting... (memang ada yach yg tanpa dipikirkan sebelumnya..? xixixixixii...), alasan kedua, kalimat (atau kata) itu berada ditengah suatu deretan kalimat yang panjang...jadi, tidak cuma itu sebenarnya...yang tampil itu hanya "utusan". "Utusan kata hati" ....heheheheee..jiaaaaa... !
alasan lain karena "ilusi optical" bahwa walau hanya satu kata sekalipun..., postingan itu terlihat 'bukan sendiri'...
KEBIASAAN adalah tingkah laku yang dijalankan secara konsisten dan berulang-ulang. hmmmmm... gimana kalo yang diulang-ulang itu membosankan...? kembali lagi ke "7 Kebiasaan Orang Kreatif". Bukankah sesungguhnya KEBIASAAN-ku itu hasil suatu KREATIFITAS..?
7 Kebiasaan Orang Kreatif ;
1. Bersikap terbuka
Satu kebiasaan utama orang kreatif adalah pada sikapnya yang terbuka terhadap segala macam ide, gagasan, dan pemikiran, mulai dari yang lurus-lurus saja sampai yang tergolong kontroversial. Ini bertolak belakang dengan kecenderungan kebanyakan orang yang hanya menerima hal yang disukai, diinginkan, dan tidak bertentangan dengan dirinya. Bagi orang kreatif, sesuatu yang lain daripada yang lain, yang baru, yang menantang, yang sekilas nampak tidak masuk akal, yang mengandung misteri, atau segala sesuatu yang begitu mengusik rasa ingin tahunya, merupakan menu menggairahkan yang setiap waktu memenuhi perhatiannya.

Kebiasaan inilah yang mengondisikan pikiran orang-orang kreatif selalu dalam keadaan terbuka, peka, dan siap menerima hal baru. Kebiasaan ini memudahkan mereka beradaptasi dan merespon secara positif (positive thinking) berbagai bentuk perubahan di sekelilingnya. Inilah kelebihan orang-orang kreatif sehingga banyak perubahan, penemuan teknologi baru, atau karya-karya spektakuler yang muncul dari proses kreatif mereka.Hampir semua perubahan besar dan strategis menuntut pergeseran-pergeseran atau bahkan pembalikan atas paradigma lama. Hanya dengan paradigma yang terbuka saja maka perubahan-perubahan besar bisa terjadi. Dalam dunia pemasaran pun, perubahan-perubahan radikal hanya bisa disuguhkan oleh perusahaan - perusahaan yang memberi peran penting kepada orang-orang kreatif.

2. Berani mencoba
Tak ada yang bisa menandingi keberanian orang-orang kreatif dalam bereksperimen dengan hal-hal baru, bahkan yang asing atau nampak tidak masuk akal. Sejalan dengan sikapnya yang terbuka dan hasrat ingin tahunya yang besar, orang kreatif selalu mencoba banyak hal baru. Orang kreatif sama saja dengan kebanyakan orang yang memiliki rasa takut terhadap hal-hal tertentu yang tidak sepenuhnya dia kenal. Yang membedakan dia dengan orang kebanyakan hanyalah pada tingkat keberaniannya untuk mencoba. Dengan mencoba orang kreatif menemukan banyak hal baru, memecahkan teka-teki atau misteri yang membuatnya penasaran, dan tentu saja memuaskan hasrat ingin tahunya yang begitu besar. Pengalaman mencoba adalah sesuatu yang sangat bernilai bagi orang kreatif. Ini membawanya kepada kebiasaan berikutnya yang tak kalah pentingnya; menyukai tantangan.

3. Menyukai tantangan
Jika ditanya hal apa yang bisa begitu menggerakkan orang-orang kreatif menuju karya-karya spektakulernya, jangan heran kalau jawabannya adalah tantangan. Orang-orang kreatif adalah para master dalam membangkitkan antusiasme dan motivasi berkreasi dari dalam maupun dari luar. Ia bisa menciptakan tantangan-tantangan pribadi dan merespon secara kuat tantangan dari luar. Tantangan selalu mengusik, mengganggu, bahkan menghantui orang kreatif. Pada saat yang sama, tantangan menjadi sumber energi yang luar biasa yang memacunya untuk berani menghadapi, bahkan mengalahkan tantangan tersebut.

Jadi, tantangan menjadi bagian dari aktualisasi diri orang-orang kreatif. Menyongsong tantangan selalu berarti kesempatan untuk meneguhkan jatidirinya. Sementara menghindari atau melewatkan tantangan selalu berarti mengeroposkan pondasi keyakinan diri dan eksistensinya. Maka jangan heran jika catatan rekor dunia dipenuhi oleh aksi-aksi ekstrim dan spektakuler dari orang-orang kreatif ini.

4. Mengolah
Hati-hati memberi perintah kepada orang kreatif. Jika perintah Anda tidak detail atau tanpa rambu-rambu yang jelas, bisa-bisa Anda jadi gemas dengan cara dia menggocek sana-sini untuk mencapai tujuan sesuai seleranya. Jangan berharap orang kreatif rela membiarkan sesuatu berjalan atau dalam keadaan seperti yang sudah-sudah, apa adanya, biasa-biasa saja, dan memuaskan orang-orang konservatif. Sebab itu jangan heran jika melihatnya sering sibuk menambah, mengurangi, membagi, memperkecil, memperbesar, memadukan, memoles, atau sedang menjungkirbalikkan dalil-dalil konvensional.

Orang-orang kreatif sangat ahli dalam menyiasati berbagai bentuk aral eksternal. Mereka juga cenderung independen dalam melakukan aktivitasnya dan selalu memasukkan roh 'kepribadiannya' dalam proses tersebut. Proses kreatif - dan merambah ke segala bentuk proses - bagi orang kreatif berarti proses aktulaisasi diri. Dia selalu tertantang untuk mengolah aspek internal dan eksternal demi mencapai hasil --yang menurut perkiraan dan imajinasinya-- lebih baik, bernilai, unik, dan lebih bercita-rasa.

5. Imajinatif
Jika Anda melarang orang-orang kreatif berimajinasi, maka Anda seperti melempar mereka ke tengah-tengah gurun yang panas terik gersang meradang nan kerontang tanpa setetes air pun. Berlebihan!
Imajinasi adalah karunia ilahi yang dasyat yang hanya dihadiahkan Tuhan YME kepada mahkluk kesayangannya, yaitu umat manusia. Imajinasi adalah nafasnya kreatifitas. Tanpa imajinasi tidak ada kreatifitas. Dengan imajinasinya orang-orang kreatif mampu menciptakan dunia yang tak terbatasi oleh dimensi waktu; masa lalu, masa kini, masa mendatang, atau masa yang hingga kini belum terdefinisikan.

Orang kreatif terbilang memanjakan imajinasinya, sesuatu yang dia pelajari dari kebiasaan anak-anak dalam masa pertumbuhan mereka. Orang kreatif cenderung terus menyegarkan imajinasinya dengan teknik - teknik, stimulan-stimulan, aktivitas, kebiasaan, bahkan ritual tertentu. Dengan kekuatan imajinasi inilah orang mendapat bahan mentah bagi proses kreatif dan hasil inovatifnya.

6. Menyukai variasi
Orang kreatif kurang menyukai hal-hal yang sifatnya monolitik, monoton, dikotomis, hitam-putih, benar-salah, atau pengkategorian - pengkategorian yang membatasi ekspresi kreatifnya. Sebaliknya mereka terbiasa untuk berpikir alternatif, menyuguhkan pilihan-pilihan, dan variasi. Banyak hal terasa begitu cepat membosankan. Namun kebosanan mereka bukanlah kebosanan sederhana, kebosanan yang pemecahannya tergantung pada sumber-sumber pemenuhan dari luar dirinya. Kebosanan orang kreatif adalah kebosanan yang menantang dan menggerakkan dirinya untuk menemukan hal baru, dengan mendayagunakan sumber - sumber, potensi, dan kemampuannya sendiri.

7. Bergairah
Sikap terbuka, keberanian mencoba, suka tantangan, variasi, dan memanjakan imajinasi membuat orang-orang kreatif selalu bergairah dalam segala yang dikerjakannya. Mereka seperti menikmati aliran energi kreatif sehingga nampak begitu terfokus, tak kenal lelah, suka lupa waktu, dan enggan diganggu jika berada dalam zona kreatifnya. Kebiasaan orang-orang kreatif adalah menikmati dinamika masalah atau selalu mengalahkan tantangan yang dihadapi dengan antusias dan optimis. Ini yang membuat mereka begitu kaya dengan gagasan dan produktif dalam pekerjaannya. Jangan lupa, kegairahan tersebut juga menunjukkan kemampuan mereka dalam mengalirkan energi positif kepada diri sendiri maupun orang sekitar. Sebab itulah orang-orang kreatif cenderung menikmati humor, bahkan memanfaatkannya sebagai metode - metode khusus dalam memecahkan masalah. Tak sedikit dari mereka adalah penikmat atau produsen humor yang sejati.
kong dank..? mari membuat sesuatu KEBIASAAn kecil yang bermakna KREATIF...

Sabtu, 09 April 2011

Kurikulum Administrasi dan Kebijakan Kesehatan

Ilmu Kesehatan Masyarakat

Administrasi Kesehatan Masyarakat

Biostatistik

Epidemiologi

Etika dan Hukum Kesehatan

Ekonomi Kesehatan

Kebijakan Kesehatan

Metode Penelitian Adm. dan Kebijakan Kesehatan

Analisis Kebijakan Kesehatan

Pembiayaan Kesehatan

Manajemen Sumberdaya Manusia Kesehatan

Sistem Informasi Kesehatan

Manajemen Perbekalan Kesehatan

Seminar Proposal/Kolokium

Manajemen Strategis Pelayanan Kesehatan


Perencanaan Kesehatan Daerah

Seminar Tesis


Ujian Tesis


Adapun deskripsi ringkas mata ajaran, adalah sebagai berikut:

AKK 500 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Mata kuliah ini membahas tentang konsep, prinsip kesehatan masyarakat, meliputi batasan dan ruang lingkup kesehatan masyarakat, sistem kesehatan nasional, subsistem pelayanan kesehatan, subsistem pembiayaan kesehatan, upaya kesehatan, organisasi kesehatan masyarakat. Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa dapat memahami ruang lingkup ilmu kesehatan masyarakat sebagai induk AKK.

AKK 501 Administrasi Kesehatan Masyarakat

Mata kuliah ini membahas tentang sejarah perkembangan, konsep dan prinsip atau fungsi administrasi/manajemen kesehatan; dan pengantar bidang Kebijakan kesehatan. Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa dapat memahami dan menguasai dasar-dasar AKK.

AKK 502 Biostatistik

Mata kuliah ini membahas tentang prinsip dan metode atau teknik statistik untuk kepentingan AKK, khususnya untuk manajemen data dan analisis data kesehatan untuk AKK. Materi yang perlu dibahas (antara lain) statistik deskriptif dan inferensial sesuai skala pengukuran data (nominal, ordinal, interval, dan rasio). Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa dapat menerapkan prinsip dan metode atau teknik statistik untuk bidang AKK.

AKK 503 Epidemiologi

Mata kuliah ini membahas tentang prinsip dan metode epidemilogi serta epidemiologi perilaku yang dapat menjadi input bidang AKK dalam rangka menanggulangi masalah kesehatan masyarakat. Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa dapat mengaplikasikan prinsip dan metode epidemilogi dalam bidang AKK.

AKK 504 Etika dan Hukum Kesehatan

Mata kuliah ini membahas tentang konsep dan prinsip etika dalam bidang kesehatan sesuai dengan hukum kesehatan yang berlaku. Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa dapat memahami dan memanfaatkannya untuk bidang AKK.

AKK 505 Ekonomi Kesehatan

Mata kuliah ini membahas berbagai konsep ekonomi dan penerapannya pada bidang kesehatan; hubungan pembangunan ekonomi dan pembangunan kesehatan; dan analisa sistem pembiayaan kesehatan. Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa dapat mengaplikasikan ilmu ekonomi dalam menelaah masalah kesehatan masyarakat untuk AKK.

AKK 506 Metode Penelitian Administrasi dan Kebijakan Kesehatan

Mata kuliah ini membahas metode penelitian yang digunakan dalam memecahkan masalah pada fokus dan lokus Administrasi dan Kebijakan Kesehatan, meliputi: penyusunan latar belakang, permasalahan, tujuan penelitian, landasan teori dan kerangka konsep, jenis penelitian, populasi dan sampel, metode pengumpulan data, definisi operasional, aspek pengukuran, teknik analisis data, hasil penelitian dan pembahasan, serta kesimpulan dan Saran. Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa dapat mengaplikasikan metode penelitian untuk penelitian ilmiah dan terapan bidang AKK.

AKK 507 Analisis Kebijakan Kesehatan

Mata kuliah ini membahas tentang tata cara analisis kebijakan publik, khususnya kebijakan kesehatan; mulai dari perumusan masalah kebijakan, tujuan, pendekatan analisis kebijakan, argumen kebijakan, bentuk analisis kebijakan, faktor yang berpengaruh terhadap kebijakan, serta penarikan kesimpulan dan penyusunan rekomendasi kebijakan. Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa dapat melakukan kegiatan analisis kebijakan kesehatan secara komprehensif.

AKK 508 Pembiayaan Kesehatan

Mata kuliah ini membahas tentang ruang lingkup pembiayaan kesehatan, sumber dan macam biaya kesehatan, syarat dan masalah pokok serta upaya penyelesaian, tarif pelayanan dan asuransi kesehatan. Setelah mengikuti mata kuliah mahasiswa dapat memahami berbagai aspek yang terkait dengan pembiayaan kesehatan.

AKK 509 Manajemen Sumberdaya Manusia Kesehatan

Mata kuliah ini membahas konsep, prinsip manajemen sumber daya manusia dalam organisasi kesehatan meliputi : perencanaan (rekrutmen, seleksi, pengembangan karir); pemanfaatan (promosi, appraisal, transfers, kompensasi) ; dan pengembangan sumber daya manusia (pendidikan, pelatihan); kinerja, motivasi, dan kepemimpinan. Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa dapat memahami kepentingan manajemen sumberdaya dalam bidang AKK.

AKK 510 Sistem Informasi Kesehatan

Mata kuliah ini membahas konsep, prinsip dan metode dalam sistem informasi kesehatan, meliputi keadaan, masalah, kebijaksanaan, langkah-langkah dan pokok-pokok kegiatan pemantapan dan pengembangan Sistem Informasi Kesehatan (SIK) di Indonesia, survey kesehatan, indikator kesehatan, profil kesehatan, sistem informasi geografi, pengendalian dan pengembangan sistem informasi. Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa dapat memahami fungsi SIK bidang AKK.

AKK 511 Manajemen Perbekalan Kesehatan

Mata kuliah ini membahas konsep, prinsip manajemen yang diterapkan dalam perbekalan kesehatan, mulai dari perencanaan hingga pengawasan perbekalan kesehatan dalam upaya mencapai integrasi yang berimbang seluruh komponen logistik kesehatan seperti sediaan farmasi, alat kesehatan dan perbekalan lainnya dengan memperhatikan pemenuhan kebutuhan, manfaat dan faktor yang terkait dengan pemerataan penyediaan perbekalan kesehatan. Setelah mengikuti kuliah ini mahasiswa dapat memahami fungsi manajamen perbekalan dalam bidang AKK.

AKK 512 Kebijakan Kesehatan

Mata Kuliah ini membahas tentang seluk beluk kebijakan kesehatan dan kebijakan publik yang terkait dengan bidang kesehatan, dimulai dari pembahasan tentang pengertian dan sejarah perkembangan kebijakan kesehatan, jenis dan pendekatan kebijakan, tujuan, manfaat, implementasi atau pelaksanaan kebijakan, kebijakan publik yang terkait dengan kesehatan, output dalam bidang kesehatan, serta umpan balik untuk kebijakan kesehatan di masa depan. Setelah mengikuti kuliah ini mahasiswa dapat memahami kebijakan kesehatan dan kebijakan publik yang terkait dengan kesehatan.

AKK 600 Manajemen Strategis Pelayanan Kesehatan

Mata kuliah ini membahas konsep, prinsip manajemen strategis dalam pelayanan kesehatan, meliputi penyusunan visi, misi, nilai, strategi, sasaran, tujuan, analisis SWOT, penyusunan rencana strategis, proses pengambilan keputusan, dan pelaksanaan manajemen strategis di bidang pelayanan kesehatan. Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa dapat menyusun rencana strategis dalam upaya memecahkan masalah di bidang AKK.

AKK 601 Perencanaan Kesehatan Daerah

Mata kuliah ini membahas konsep, prinsip, dan proses perencanaan kesehatan di daerah, mulai dari analisis situasi hingga penyusunan evaluasi dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di daerah. Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa dapat menyusun perencanaan kesehatan di daerah dalam upaya memecahkan masalah di bidang AKK.

SPs 601 Seminar Proposal/Kolokium

Mata kuliah ini membahas proporsal penelitian untuk penulisan tesis, yang disusun oleh mahasiswa dengan bimbingan tim pembimbing, dengan tujuan memberi penilaian dan masukan bagi penyempurnaan proposal penelitian untuk penulisan tesis.

SPs 690 Seminar Tesis

Mata kuliah ini membahas naskah tesis yang bersumber dari hasil penelitian ilmiah, yang disusun oleh mahasiswa dengan bimbingan tim pembimbing, dengan tujuan meningkatkan kualitas naskah tesis dam pemahaman mahasiswa tentang substansi naskah tesis. Komponen yang dibahas, meliputi : (1) Isi dan Bobot Tesis, mencakup keaslian ide atau gagasan, bobot permasalahan, landasan teori, metode penelitian, penulisan hasil penelitian, substansi pembahasan, perumusan kesimpulan dan saran, (2) Penyajian isi tesis secara lisan, (3) Kemampuan menjawab dan mempertahankan isi tesis, dan (4) Sikap dan Penampilan.

SPs 699 Ujian Tesis

Mata kuliah ini merupakan kegiatan akademik untuk menilai naskah tesis, dengan aspek yang dinilai, meliputi; (1) Isi dan Bobot Tesis, mencakup keaslian ide atau gagasan, bobot permasalahan, landasan teori, metode penelitian, penulisan hasil penelitian, substansi pembahasan, perumusan kesimpulan dan saran, (2) Penyajian isi tesis secara lisan, (3) Kemampuan menjawab dan mempertahankan isi tesis, dan (4) Sikap dan Penampilan.

Selasa, 29 Maret 2011

5 Alasan Perawat Tidak (Berani) Menjadi Pengusaha (Nursepreneur)

Isu tentang perawat pengusaha (Nursepreneur) telah meluas ke seluruh penjuru dunia. Namun belum di Indonesia. Belum banyak perawat Indonesia yang terjun dalam dunia Nursepreneur. Hal ini bisa jadi karena konsep Nursepreneur belum begitu dikenal di Indonesia. Namun paling tidak, ada 5 Alasan Perawat Tidak (Berani) Menjadi Pengusaha (Nursepreneur), yaitu :

Alasan #1 – Tidak Yakin Dengan Dirinya

Solusi #1 – Miliki Keyakinan Yang Positif Bahwa Anda Bisa Menjadi Perawat Pengusaha (Nursepreneur)

Alasan #2 – Takut Menghadapi Kegagalan

Solusi #2 – Berani Menghadapi Kegagalan

Alasan #3 – Tidak Tahu Usaha Apa Yang Ingin Dijalankan

Solusi #3 – Latih Kepekaan Untuk Melihat Peluang Bisnis Disekitar Anda

Alasan # 4 – Tidak Mau Berpindah Dari Zona Nyaman

Solusi #4 – Siapkan Diri Untuk Keluar Dari Zona Nyaman

Alasan #5 – Trauma Karena Pernah Mengalami Kegagalan

Solusi #5 – Gagal Itu Penting Untuk Sukses!

Ke-5 alasan itu yang paling tidak ada dalam diri perawat, walaupun masih banyak faktor lain yang berpengaruh. Namun satu kalimat yang perlu perawat teriakkan bersama.

"Menjadi Perawat Pengusaha (Nursepreneur)? Ayo Saja!"

Sumber : keperawatan.net

Senin, 28 Maret 2011


Next :
1. Peran, Fungsi Perawat Gawat darurat
2. Kewenangan Perawat Gawat Darurat
3. Kompetensi Perawat Gawat Darurat
4. Pertimbangan Etik Dan Legal dalam Keperawatan Gawat Darurat

Sabtu, 28 Agustus 2010

Pengertian Keperawatan Gawat Darurat


Perawat gawat darurat adalah: perawat yang memiliki kompetensi untuk memberikan asuhan keperawatan gawat darurat dalam kondisi gawat darurat individu, kelompok/mass casulaty, dan bencana untuk menyelamatkan kehidupan, mencegah kecacatan, dan atau mencegah penurunan kondisi kesehatan pasien. Asuhan keperawatan gawat darurat adalah: rangkaian kegiatan praktek keperawatan kegawatdaruratan yang diberikan oleh perawat yang berkompeten untuk memberikan asuhan keperawatan kegawatdaruratan pada pasien secara individu, kelompok (mass casualty) atau bencana dalam kondisi mendadak akibat penyakit atau cedera yang dialaminya. Kondisi gawat darurat dapat merupakan kondisi kritis, gawat darurat, gawat tidak darurat, tidak gawat tidak darurat dan kematian saat ditemui. Asuhan keperawatan diberikan untuk mengatasi masalah biologis, psikologis, dan sosial pasien, baik aktual maupun resiko tinggi, yang timbul secara bertahap maupun mendadak sesuai dengan tingkatan kondisi gawat darurat klien (triase). Mutu asuhan keperawatan sangat bergantung kepada kemampuan perawat dalam menganalisa, menetapkan keputusan, melaksanakan tindakan, melakukan hubungan interpersonal, dan memberikan asuhan dalam segala kondisi kegawatdaruratan Prioritas asuhan pada penyelamatan kehidupan (actual) atau ancaman kehidupan (potencial) dengan cepat, tepat, dan aman, serta mencegah kecacatan. Namun, hal yang tekait dengan kondisi trauma sederhana, masalah emosional, pemberian informasi, pendidikan dan pemulangan pasien juga merupakan peran yang tak terpisahkan dari perawat gawat darurat. Lingkup area gawat darurat, perawat gawat darurat bekerja pada setting dimana pasien dalam situasi gawat darurat atau kritis akibat penyakit atau cedera yang dialaminya. dimulai dari tempat kejadian, proses evakuasi dan transportasi. Perawat gawat darurat juga memberikan asuhan keperawatan gawat darurat kepada pasien yang datang ke unit gawat darurat sesuai dengan tingkatan kegawatannya (kritis, gawat darurat, gawat tidak darurat, tidak gawat tidak darurat) sehingga kondisi dapat diatasi atau dipindahkan ke unit/rumah sakit lainnya. Proses keperawatan gawat darurat adalah pendekatan pemecahan masalah yang digunakan dalam menangani pasien gawat darurat meliputi pengkajian, perumusan masalah (diagnosa), menentukan rencana tindakan, tindakan dan evaluasi. Setiap menghadapi kasus, sistematika penyelesaian masalah ini harus digunakan baik sebagai pendekatan berfikir juga dalam bentuk dokumentasi keperawatan gawat darurat. Kempat langkah tersebut bersifat sangat dinamis dan berkesinambungan untuk mencapai hasil yang optimal. Sebagai kegiatan profesional, langkah-langkah penting tersebut harus didokumentasikan untuk akuntabilitas asuhan yang telah kita berikan. (Sumber : Amelia Kurniati Kimin, Ketua Umum HIPGABI).
 
Posted by Picasa

Minggu, 02 Mei 2010

PERKEMBANGAN KEMAMPUAN BICARA


Bicara merupakan suatu tahap perkembangan yang sebenarnya telah dimulai sejak masa bayi. Tahap bicara ini justru mesti diperhatikan sedini mungkin, Karena pada tahap ini dapat dijadikan parameter ada atau tidak gangguan perkembangan pada seorang anak. Tahap-tahap perkembangan lain seperti motor kasar-halus, sosialisasi/interaksi tentu saja mempunyai peranan penting dalam menentukan optimal atau tidaknya perkembangan anak. Perkembangan komunikasi pada usia Usia Todler dan Prasekolah dapat ditunjukkan dengan perkembangan bahasa anak dengan kemampuan anak sudah mampu memahami kurang lebih sepuluh kata, pada tahun kedua sudah mampu 200-300 kata dan masih terdengar kata-kata ulangan. Pada anak usia ini khususnya usia 3 tahun anak sudah mampu menguasai 900 kata dan banyak kata-kata yang digunakan seperti mengapa, apa, kapan, dan sebagainya. Komunikasi pada usia tersebut sifatnya sangat egosentris, rasa ingin tahunya sangat tinggi, inisiatifnya tinggi, kemampuan bahasa mulai meningkat, mudah merasa kecewa dan rasa bersalah karena tuntutan tinggi, setiap komunikasi harus berpusat pada dirinya, takut terhadap ketidaktahuan dan anak masih belum fasih dalam berbicara. Pada usia ini cara komunikasi yang dapat dilakukan dengan anak adalah dengan memberi tahu apa yang terjadi pada dirinya, menggunakan nada suara, bicara lambat, memberikan mainan saat komunikasi dengan maksud anak mudah diajak komunikasi, mengatur jarak interaksi dengan anak yang tidak menunjukkan konfrontasi.
Memang hal ini tidak mudah, namun kalau orangtua atau ibu jeli, dia segera akan tahu ada sesuatu pada anaknya. Apalagi, bila seseorang ibu sudah mempunyai pengalaman merawat seorang anak.

PERKEMBANGAN KEMAMPUAN BICARA

Bicara merupakan suatu tahap perkembangan yang sebenarnya telah dimulai sejak masa bayi. Tahap bicara ini justru mesti diperhatikan sedini mungkin, Karena pada tahap ini dapat dijadikan parameter ada atau tidak gangguan perkembangan pada seorang anak. Tahap-tahap perkembangan lain seperti motor kasar-halus, sosialisasi/interaksi tentu saja mempunyai peranan penting dalam menentukan optimal atau tidaknya perkembangan anak. Perkembangan komunikasi pada usia Usia Todler dan Prasekolah dapat ditunjukkan dengan perkembangan bahasa anak dengan kemampuan anak sudah mampu memahami kurang lebih sepuluh kata, pada tahun kedua sudah mampu 200-300 kata dan masih terdengar kata-kata ulangan. Pada anak usia ini khususnya usia 3 tahun anak sudah mampu menguasai 900 kata dan banyak kata-kata yang digunakan seperti mengapa, apa, kapan, dan sebagainya. Komunikasi pada usia tersebut sifatnya sangat egosentris, rasa ingin tahunya sangat tinggi, inisiatifnya tinggi, kemampuan bahasa mulai meningkat, mudah merasa kecewa dan rasa bersalah karena tuntutan tinggi, setiap komunikasi harus berpusat pada dirinya, takut terhadap ketidaktahuan dan anak masih belum fasih dalam berbicara. Pada usia ini cara komunikasi yang dapat dilakukan dengan anak adalah dengan memberi tahu apa yang terjadi pada dirinya, menggunakan nada suara, bicara lambat, memberikan mainan saat komunikasi dengan maksud anak mudah diajak komunikasi, mengatur jarak interaksi dengan anak yang tidak menunjukkan konfrontasi.
Memang hal ini tidak mudah, namun kalau orangtua atau ibu jeli, dia segera akan tahu ada sesuatu pada anaknya. Apalagi, bila seseorang ibu sudah mempunyai pengalaman merawat seorang anak.

Rabu, 28 April 2010

Penyuluhan mengenai Penyakit Menular Seksual pada Anak Buah Kapal

Organ reproduksi yang sehat dibutuhkan untuk kesehatan reproduksi. Organ-organ reproduksi di dalam tubuh bisa rusak oleh Penyakit Menular Seksual (PMS)
yang mengakibatkan kemandulan (infertilitas). Baik pria ataupun wanita bisa memiliki masalah infertilitas bila terinfeksi Penyakit Menular Seksual.
Sexual Transmited Diseases, atau yang lebih sering disebut sebagai Penyakit
Menular Seksual (PMS) didefinisikan sebagai penyakit-penyakit yang disebabkan karena adanya invasi organisme virus, bakteri, parasit dan kutu kelamin yang sebagian besar menular melalui hubungan seksual, baik yang berlainan jenis ataupun sesama jenis. Dekade terakhir ini, insidens PMS di berbagai negara di seluruh dunia mengalami peningkatan yang cukup cepat. Peningkatan insidens PMS dipengaruhi oleh berbagai faktor berikut : Perubahan demografik, Fasilitas kesehatan yang tersedia kurang memadai, Pendidikan kesehatan dan pendidikan seksual kurang tersebar luas, Kontrol PMS belum dapat berjalan baik serta adanya perubahan sikap dan perilaku masyarakat. Peningkatan kasus PMS dari waktu ke waktu, akan menimbulkan permasalahan kesehatan yang sangat serius dan berdampak besar.
Penyebaran masalah kesehatan berbeda untuk tiap individu, kelompok dan masyarakat dibedakan atas tiga macam yaitu : Ciri-ciri manusia/karakteristik, tempat dan waktu. Salah satu faktor yang menentukan terjadinya masalah kesehatan di masyarakat adalah ciri manusia atau karakteristik yang termasuk dalam unsur karakteristik manusia antara lain: umur, jenis kelamin, pendidikan, status perkawinan,status sosial ekonomi,ras/etnik,dan agama. Sedangkan dari segi tempat disebutkan penyebaran masalah kesehatan dipengaruhi oleh keadaan geografis, keadaan penduduk dan keadaan pelayanan kesehatan. Selanjutnya penyebaran masalah kesehatan menurut waktu dipengaruhi oleh kecepatan perjalanan penyakit dan lama terjangkitnya suatu penyakit. Faktor individu seperti gaya hidup, harga diri, pengendalian diri dan pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi, Penyakit Menular Seksual dan HIV/AIDS menunjukkan bahwa secara statistik tidak mempunyai hubungan bermakna dengan variabel perilaku seksual. Diantara responden yang telah melakukan hubungan seksual pra-nikah, sebagian besar kurang memiliki harga diri, mempunyai campuran gaya hidup barat dan tradisional, mempunyai campuran pengendalian diri internal dan eksternal, dan rendahnya pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi.
Penyuluhan kesehatan bertujuan antara lain adalah tercapainya perubahan perilaku individu, keluarga atau masyarakat dalam membina dan memelihara perilaku sehat dan lingkungan sehat, serta berperan aktif dalam upaya mewujudkan derajad kesehatan yang optimal. Peningkatan pengetahuan ini dianggap penting , karena dapat merupakan “gerbang” dalam upaya penanggulangan HIV /AIDS. Ketidaktahuan terhadap PMS termasuk HIV / AIDS bisa jadi merupakan salah satu penyebab terkenanya virus mematikan tersebut.
Anak Buah Kapal (ABK) merupakan kelompok yang terbiasa melakukan aktifitas seksualnya dengan pasangan yang tidak tetap, dengan tingkat mobilitas yang sangat tinggi di kelompok tersebut. Sehingga ABK merupakan kelompok risiko tinggi infeksi PMS.

Kemampuan Ibu Post Partum Dalam merawat luka Perineum Secara Mandiri

Masalah keperawatan yang bisa diidentifikasi dari seluruh lapangan praktek maternitas meliputi kurangnya pengetahuan dan keterampilan ibu nifas antara lain yaitu tentang cara merawat perineum. Apabila masalah-masalah keperawatan muncul akan menimbulkan suatu masalah kesehatan dan dapat meningkatkan morbiditas ibu nifas, ini akan menyebabkan waktu dan biaya perawatan masa nifas akan meningkat, yang berarti bisa menimbulkan angka kematian ibu dan bayi. Perawatan khusus perineal bagi wanita setelah melahirkan anak mengurangi rasa ketidaknyamanan, kebersihan, mencegah infeksi dan meningkatkan penyembuhan. Tidak semua ibu setelah melahirkan mendapatkan jahitan pada luka karena persalinan. Jumlah untuk kelompok ini justru biasanya lebih banyak daripada yang mendapat jahitan.
Teori keperawatan yang digunakan adalah teori “Self Care Deficit” yang dikemukakan oleh Dorothea Orem. Filosofi Orem dikatakan bahwa manusia pada dasarnya mempunyai kemampuan dalam merawat dirinya sendiri. Yang dimaksud dengan self care(perawatan mandiri) adalah aktivitas seseorang untuk menolong dirinya sendiri dalam mempertahankan hidup, kesehatan dan kesejahteraan. Teori keperawatan ini digunakan sebagai dasar dalam memberikan asuhan keperawatan nifas.
Mayoritas wanita yang melahirkan pervaginam mengalami beberapa derajat nyeri perineum setelah melahirkan, biasanya berhubungan dengan tipe dan luasnya trauma, walaupun kaum wanita yang perineumnya tidak cedera juga dapat menderita nyeri karena memar atau bengkak. Selain penatalaksanaan perineum dan trauma nyeri serta dispareunia, efek jahitan perineum juga telah dipelajari terbukti bahwa jenis bahan atau benang dan metode jahitan dapat memengaruhi hasil.
Perawat profesional bertanggung jawab dalam membantu klien dan keluarga untuk mencapai kemandiriannya. Kemandirian ibu nifas bisa tercapai bila kegiatan asuhan keperawatan didasari adanya kerjasama yang baik antara perawat dalam memberikan pengetahuan dan motivasi kepada ibu nifas dalam memenuhi kebutuhan klien ibu nifas. Beberapa keuntungan dalam teori bagi ibu nifas yaitu pengetahuan akan meningkat dan akhirnya ibu dan keluarga akan mandiri dalam pemeliharaan kesehatannya. Kemandirian pada ibu nifas sangatlah penting karena setelah pulang, keluarga harus mampu merawat untuk mempertahankan kesehatan dan kesejahteraannya.

Minggu, 10 Januari 2010

Hubungan pengetahuan, sikap dan tindakan dengan cara pemakaian antibiotik

Banyak sekali penyalahgunaan antibiotik di masyarakat. Hampir setiap penyakit diberi antibiotik, Mungkin perlu penanganan ke berbagai pihak, baik dari dokter maupun apotik sebagai penjual obat. Karena ada beberapa apotik atau toko obat yang dengan mudah melayani pembelian anti biotik walaupun tanpa resep atau dengan coppyan resep. World Health Organization (WHO) (2001), menyampaikan keprihatinan yang tinggi terhadap perkembangan bakteri resisten. WHO pun menyatakan global alert atau perang melawan bakteri resisten. Kecenderungan peningkatan penggunaan antibiotika di Pelayanan Kesehatan Dasar merupakan penggunaaan obat yang tidak rasional dan akan menghambat penurunan angka morbiditas dan mortalitas penyakit.
Tidak semua orang tahu bahwa antibiotik tidak boleh dikonsumsi sembarangan. Tak semua orang tahu bahwa bila hal itu dilakukan, akibatnya justru fatal, apalagi hanya untuk penyakit-penyakit ringan. Ibaratnya, ingin membunuh satu orang mestinya cukup dengan pistol, tapi digunakan bom yang bisa menghancurkan penduduk satu kota. Selain tidak tepat penggunaan, dampak yang lebih jauh adalah bakteri dalam tubuh justru menjadi kebal. Bahan antibiotik pertama ditemukan Alexander Fleming pada 1928. Kemudian, pada 1940-an antibiotik mulai digunakan secara luas. Waktu itu, ahli scientist dunia memprediksi, dengan ditemukannya antibiotik, pada 1960-an dunia diprediksi bersih dari penyakit infeksi. Namun, bukannya penyakit infeksi teratasi, justru jenis bakteri baru muncul akibat resistensi terhadap penggunaan antibiotik. Bahkan, pada 1990, di beberapa belahan dunia pernah terjadi post antibiotika era. Suatu keadaan yang antibiotik tidak berfungsi lagi. Diantara 20 jenis antibiotik yang ada, hanya satu yang bisa mengobati penyakit infeksi.Kecuali pada kasus penderita sepsis bakterial membutuhkan terapi antibiotik segera setelah ada kecurigaan sepsis. Selama hasil kultur dan antibiogram belum tersedia, maka harus diberikan antibiotik inisial/ empirik yang didasarkan pada pola kurnan penyebab terbanyak di lingkungan tersebut dan kepekaannya terhadap antibiotic. Pada TB Paru, kini mengganti antibiotik rifampisin dengan rifapentin antibiotik versi takaran tinggi buatan Sanofi-Aventis sebagai rejimen pengobatan tuberkulosis (TB) yang baku dapat mengurangi masa pengobatan dari enam bulan menjadi tiga bulan atau lebih cepat.
Penelitian di dua rumah sakit besar di Jawa Timur dan Jawa Tengah pada 2001 menunjukkan bahwa penggunaan antibiotik secara tidak bijak mencapai 80 persen. Kasus di RSU dr Soetomo, angka resisten terhadap antibiotik lini pertama (penyakit infeksi ringan) bisa mencapai 90 persen dan lini kedua (infeksi sedang) mendekati 50 persen. Dalam disertasinya yang dirilis beberapa waktu lalu, angka bakteri penghasil extended spectrum beta lactamase (ESBL, jenis bakteri yang sulit diobati) mencapai 29 hingga 36 persen. Bandingkan dengan Belanda yang angkanya kurang dari satu persen. Karena itu, bila antibiotik tidak digunakan secara tepat, post antibiotika era diprediksi bisa terjadi pada masa depan. Tingginya penggunaan antibiotik di rumah sakit akan meningkatkan angka resistensi bakteri di tempat itu. Yang pada akhirnya menyulitkan terapi. Bahkan, bakteri lebih mudah mutasi, yang berarti lebih cepat resisten terhadap berbagai antibiotik. Antibiotik adalah obat yang dapat digunakan untuk membunuh kuman, virus, cacing, protozoa, dan jamur. Biasanya, jika mengalami sakit dan disebabkan beberapa hal tersebut, obatnya antibiotik. Tidak hanya itu. Antibiotik dibutuhkan saat seseorang sakit disertai demam. Jika sakitnya tidak disertai demam, belum tentu mereka membutuhkan antibiotic.
Agar tidak sembarangan dalam penggunaannya, sebaiknya masyarakat mengetahui jenis antibiotik. Di antaranya, tetracyclin yang digunakan untuk infeksi, sakit gigi, dan luka. Jenis chloramphenicol digunakan untuk penyakit tifus. Jenis griseofulfin digunakan untuk membunuh jamur serta combantrin untuk membunuh cacing. Ada juga narrow spectrum,yang berguna untuk membunuh jenis bakteri secara spesifik. Antibiotik yang tergolong narrow spectrum adalah ampicillin dan amoxycilin. Jenis kedua ialah broad spectrum untuk membunuh semua jenis bakteri di dalam tubuh. Karena itu, masyarakat harus paham soal antibiotik. Selain itu, sebelum mengonsumsi, harus tahu aturannya. Baik waktu pemakaian maupun dosis. Dengan demikian, pemakaian bisa dilakukan secara tepat dan rasional. Hal itu harus mendapat perhatian dari kalangan medis.

Faktor yang berhubungan dengan kesadaran masyarakat dalam pemanfaatan jamban

Ada beberapa elemen penting di dalam menunjang kesehatan manusia, diantaranya adalah air bersih dan sanitasi yang baik. Namun sayangnya saat ini pemenuhan akan kebutuhan air bersih dan sanitasi yang baik belum berjalan dengan baik . WHO menyatakan bahwa lebih dari 1,1 milyar orang pada wilayah pedesaan dan perkotaan kini kekurangan akses terhadap air minum dan 2,6 milyar orang tidak memiliki akses terhadap sanitasi dasar. Persoalan timbul ketika air yang tidak sehat ditambah dengan kurangnya sanitasi dasar serta perilaku hidup yang tidak sehat menjadi kebiasaan sehari-hari dari sebagian besar penduduk di negeri ini.
Dampak kesehatan dari tidak terpenuhinya kebutuhan dasar terhadap air bersih dan sanitasi diantaranya nampak pada anak-anak sebagai kelompok usia rentan, hal ini dapat dilihat dari kematian hampir 100 ribu balita/tahun akibat diare di Indonesia. Berdasarkan data dari BPS (2004) ternyata bahwa proporsi rumah tangga di perkotaan di Indonesia yang menggunakan septic tank dan cubluk adalah 80,45 persen dan di pedesaan sebesar 57,26 persen (tidak mempertimbangkan kualitas sarana) dengan tingkat kepemilikan jamban keluarga di perkotaan 73,13 persen dan di perdesaan 53,1 persen. Disamping itu, ternyata bahwa hanya 13,9 persen penduduk yang memiliki akses terhadap pengolah air limbah. Dengan kata lain, hanya sedikit sekali proporsi rumah tangga yang dapat mengolah sampah mereka.
Untuk mencapai hidup yang sehat, masyarakat selalu berinteraksi dengan 4 faktor, yaitu faktor lingkungan, perilaku individu dan masyarakat, pelayanan kesehatan, dan faktor bawaan (genetik). Lingkungan sehat yang diharapkan adalah suatu lingkungan hidup yang terencana, terorganisasi dinilai dari semua faktor yang ada pada lingkungan fisik manusia, dikelola sedemikian rupa sehingga derajat kesehatan dapat ditingkatkan. Ditinjau dari sudut kepentingan masyarakat dalam berinteraksi dengan lingkungan masih banyak sekali masalah–masalah lingkungan yang perlu segera mendapat perhatian. Kebanyakan masyarakat, terutama terutama yang hidup di daerah pedesaan belum mengetahui bahwa banyak sekali masalah–masalah lingkungan disekitarnya mereka yang dapat berakibat buruk terhadap kesehatan dan kelangsungan hidup mereka. Keadaan dan masalah lingkungan yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat nampak sangat beragam. Berbagai faktor lingkungan yang merugikan belum dapat diatasi, yang penting artinya dalam peningkatan masyarakat itu sendiri. Ada juga faktor lingkungan yang bersifat menguntungkan, belum dapat ditangani dengan baik sebagai karakteristik kehidupan masyarakat, sifat–sifat dan kebiasaan, serta tingkat pengetahuan masyarakat yang masih rendah.
Untuk mempertahankan kesehatan yang baik kita harus mencegah banyaknya ancaman yang akan mengganggu kesehatan kita. Ancaman yang paling berbahaya adalah kedunguan yaitu ketidaktahuan atau tahu tapi tidak mau melaksanakan. Ancaman lainnya terhadap kesehatan adalah pembuangan kotoran (faeces dan urina) yang tidak menurut aturan. Buang Air Besar (BAB) di sembarangan tempat itu berbahaya. Karena itu akan memudahkan terjadinya penyebaran penyakit lewat lalat, udara dan air. BAB di sembarangan tempat dapat berakibat : (i) gampang terkena penyakit yang disebarkan lewat lalat, udara, air bahkan lewat tangan, (ii) rasa malu dilihat orang lain, (iii) rentan terhadap serangan binatang buas, (iv) merugikan orang lain. Hal ini bertentangan dengan adat ketimuran kita Serta yang tidak kalah pentingnya adalah mengajak masyarakat membandingkan dengan desa lain yang kondisinya lebih jelek (tidak mampu), namun bisa membangun jamban keluarga tanpa bantuan orang lain .

Pengaruh pemberian informasi prosedural tentang pertolongan persalinan terhadap tingkat kecemasan ibu primigravida

Kehamilan pertama bagi seorang wanita merupakan salah satu periode krisis dalam kehidupannya. Pengalaman baru ini memberikan perasaan yang bercampur baur, antara bahagia dan penuh harapan dengan kekhawatiran tentang apa yang akan dialaminya semasa kehamilan. Kecemasan tersebut dapat muncul karena masa panjang saat menanti kelahiran penuh ketidakpastian, selain itu bayangan tentang hal-hal yang menakutkan saat proses persalinan walaupun apa yang dibayangkannya belum tentu terjadi. Situasi ini menimbulkan perubahan drastis, bukan hanya fisik tetapi juga psikologis. Disadari bahwa kecemasan yang tertinggi yang dirasakan oleh seorang wanita hamil adalah proses persalinan. Ketakutan, kecemasan dan mitos-mitos yang salah membuat proses persalinan adalah sesuatu yang menakutkan. Pandangan ini seharusnya dirubah menjadi pandangan yang positif .
Kecemasan ialah suatu pengalaman subjektif mengenai ketegangan mental yang menggelisahkan sebagai reaksi umum dan ketidakmampuan menghadapi masalah atau adanya rasa aman. Perasaan yang tidak menyenangkan ini umumnya menimbulkan gejala-gejala fisiologis (seperti gemetar, berkeringat, detak jantung meningkat, dan lain-lain) dan gejala-gejala psikologis (seperti panik, tegang, bingung, tak dapat berkonsentrasi, dan sebagainya). Penelitian membuktikan bahwa kondisi psikologi dan emosi sangat berpengaruh kepada pertumbuhan janin dalam kandungan. Dari penelitian terbukti bahwa wanita hamil mengalami kecemasan akan berpengaruh terhadap tumbuh kembang bayinya karena terjadi perubahan gen dalam tubuh.
Selama tiga bulan pertama kehamilan, terbukti bahwa wanita mengekspresikan ansietas tertentu, terutama berkenaan dengan persalinan, menjadi orangtua, kesehatan bayi, saran yang bertentangan dan kekhawatiran mengalami keguguran. Banyak ansietas ini menghilang selama trimester kedua kehamilan. Namun, dalam tiga bulan terakhir, ansietas mengenai persalinan kembali muncul. Jika ibu dalam masa kehamilan merasa bahagia maka bayi yang dikandungnya akan tumbuh optimal dan pada akhirnya setelah mereka lahir kedunia ibu bisa memberikan ASI yang merupakan hak dari si bayi.
Setiap wanita hamil dan keluarganya dipengaruhi dan berespons terhadap kehamilan dengan cara yang berbeda-beda. Pemantauan kehamilan yang cermat dan respons terhadap perawatan adalah hal yang penting. Perawat dalam memberikan informasi pada pasien juga menggunakan cara yang terapeutik untukmengatasi masalah pasien . Dalam teori Model Interaksi King menekankan bahwa pada proses komunikasi yang terjadi antara Perawat dengan klien merupakan hasil interaksi yang bertujuan untuk menentukan suatu keputusan dalam pelaksanaan tindakan kesehatan. Perawat tidak dapat melakukan tindakan kepada klien tanpa ada proses interaksi dan komunikasi tentang tindakan yang akan dilakukan pada klien. Perawat perlu menjelaskan prosedur tindakan yang akan dilakukan, resiko – resiko yang mungkin terjadi pada klien akibat bila tindakan tidak dilakukan dan biaya yang dikeluarkan dalam tindakan tersebut, semua harus dikomunikasikan pada klien agar keputusan yang dibuat oleh klien merupakan keputusan yang tepat dan yang terbaik bagi klien. Hasil penelitian dalam Jurnal Penelitian Ilmiah Kesehatan disebutkan tidak ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan penerapan proses keperawatan; ada hubungan positif dan bermakna antara komunikasi interpersonal dengan penerapan proses keperawatan; ada hubungan positif dan bermakna antara keterampilan teknik dengan penerapan proses keperawatan.

Hubungan pengetahuan dengan kepatuhan therapy Diet pasien Diabetes Mellitus

Penyakit Kencing Manis atau Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit yang cukup familier di masyarakat Indonesia, tetapi tidak banyak dari kita yang memahami penyakit ini. Padahal dengan penanganan yang baik penderita kencing manis tidak akan mempunyai masalah yang berarti pada kualitas hidupnya. Seperti penyakit-penyakit kronis lainnya, misalnya : Hipertensi, Obesitas, Rematik, Hiper-cholesterolemia .
Kendala utama pada penanganan Diabetes Mellitus adalah kejenuhan. Pasien sering berganti metode pengobatan. Hal ini memang wajar dan manusiawi, tetapi hendaknya dipahami dulu apa sebenarnya Diabetes Mellitus itu. Hal ini penting diketahui supaya penderita bisa tetap berada pada jalur yang tepat, demi kualitas hidup yang optimal .
Menurut laporan WHO pada tahun 2003, kepatuhan rata-rata pasien pada terapi jangka panjang terhadap penyakit kronis di negara maju hanya sebesar 50% sedangkan di negara berkembang, jumlah tersebut bahkan lebih rendah. Kepatuhan pasien sangat diperlukan untuk mencapai keberhasilan terapi utamanya pada terapi penyakit tidak menular termasuk diabetes. Adanya ketidakpatuhan pasien pada terapi penyakit ini dapat memberikan efek negatif yang sangat besar karena prosentase kasus penyakit penyakit tersebut diatas diseluruh dunia mencapai 54% dari seluruh penyakit pada tahun 2001. Angka ini bahkan diperkirakan akan meningkat menjadi lebih dari 65% pada tahun 2020. Penderita Diabetes melitus berdasarkan penelitian terakhir antara tahun 2001 dan 2005 di daerah Depok menunjukkan angka 14,7% dan di Makassar 2005 mencapai 12,5%.4 Suatu jumlah mengerikan yang akan menjadi beban bagi petugas kesehatan, pemerintah dan masyarakat pada umumnya.
Harus diingat bahwa kepatuhan merupakan fenomena multidimensi yang ditentukan oleh lima dimensi yang saling terkait, yaitu faktor pasien, faktor terapi, faktor sistem kesehatan, faktor lingkungan dan faktor sosial ekonomi. Semua faktor adalah faktor penting dalam mempengaruhi kepatuhan sehingga tidak ada pengaruh yang lebih kuat dari faktor lainnya.
Diabetes melitus tipe-2 adalah kelompok Diabetes Mellitus akibat kurangnya sensitifitas jaringan sasaran (otot, jaringan adiposa dan hepar) berespon terhadap insulin. Penurunan sensitifitas respon jaringan otot, jaringan adiposa dan hepar terhadap insulin ini, selanjutnya dikenal dengan resistensi insulin dengan atau tanpa hiperinsulinemia. Faktor yang diduga menyebabkan terjadinya resistensi insulin dan hiperinsulinemia ini adalah adanya kombinasi antara kelainan genetik, obesitas, inaktifitas, faktor lingkungan dan faktor makanan. Penyakit ini merupakan salah satu penyakit yang tidak dapat disembuhkan untuk itu diperlukan kesadaran bagi para penderita dan peranan dari keluarga yang cukup besar selain tentunya dari obat yang harus terus dikonsumsi.
Di rumah sakit, sumber daya manusia terbanyak yang berinteraksi secara langsung dengan pasien adalah perawat, sehingga kualitas pelayanan yang dilaksanakan oleh perawat dapat dinilai sebagai salah satu indikator baik buruknya kualitas pelayanan di rumah sakit. Perawat merupakan bagian tim kesehatan yang sering kontak dengan pasien.

Senin, 22 Juni 2009

SEMINAR KEPERAWATAN


SEMINAR KEPERAWATAN 2009


PENDAHULUAN

Perkembangan perawatan luka (wound care ) berkembang dengan sangat pesat di dunia kesehatan. Metode perawatan luka yang berkembang saat ini adalah perawatan luka dengan menggunakan prinsip moisture balance, dimana disebutkan dalam beberapa literature lebih efektif untuk proses penyembuhan luka bila dibandingkan dengan metode konvensional. Teknologi dalam bidang kesehatan juga memberikan kontribusi yang sangat untuk menunjang praktek perawatan luka ini. Disamping itu pula, isu terkini yang berkait dengan manajemen perawatan luka ini berkaitan dengan perubahan profil pasien, dimana pasien dengan kondisi penyakit degeneratif dan kelainan metabolic diantaranya Diabetes Mellitus, semakin banyak ditemukan. Kondisi tersebut biasanya sering menyertai kekompleksan suatu luka dimana perawatan yang tepat diperlukan agar proses penyembuhan bisa tercapai dengan optimal.
Diabetes mellitus merupakan penyakit kronik yang akan diderita seumur hidup. Dalam pengelolaan penyakit tersebut selain dokter, ahli gizi serta tenaga kesehatan lain, peran perawat menjadi sangat penting. Penatalaksanaan komprehensif merupakan penatalaksanaan yang memerlukan teknologi kesehatan yang lengkap dan terkini bagi diabetesi, dengan tujuan mencapai hasil yang terbaik termasuk dengan mengatur asupan nutrisi yang sesuai.
Perawat memainkan peran penting dalam memberikan pelayanan kesehatan di setiap negara. Sedikitnya 50% dari semua petugas kesehatan adalah perawat sehingga perawat merupakan tenaga yang paling sering berinteraksi dengan masyarakat baik yang mengalami masalah kesehatan maupun yang sehat. Selain itu perawat merupakan anggota tim kesehatan garda depan di berbagai sarana kesehatan yang menghadapi masalah kesehatan klien selama 24 jam secara terus menerus.
Sebagai salah satu usaha meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di Indonesia, kami Panitia Seminar Keperawatan Persatuan Perawat Nasional Indonesia Kota Bitung bermaksud mempersembahkan seminar sehari dengan tema “Teknik Perawatan Luka Terkini” kepada para perawat serta tenaga kesehatan lainnya, mitra profesional Anda.

TUJUAN KEGIATAN

1. Memberikan pengetahuan keperawatan terkini dalam penatalaksanaan luka secara umum dan
secara khusus pada Ulcus Diabetikum yang sering dijumpai di masyarakat.
2. Mampu mengelola pasien secara mandiri di tempat praktek sesuai kompetensi.
3. Mampu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan sehingga dapat berpartisipasi dalam
usaha peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.


SASARAN PESERTA

1. Perawat di Puskesmas, RS Pemerintah, RS Swasta, klinik swasta, Balai
Pelayanan, perusahaan se-Sulawesi Utara.
2. Mahasiswa Keperawatan seluruh sulawesi utara
3. Dosen dan praktisi keperawatan se sulawesi utara
4. Dokter PNS dan PTT Puskesmas, RS Swasta, klinik swasta, Balai Pelayanan,
dokter praktek pribadi se-Sulawesi Utara.
5. Tenaga Kesehatan terkait lainnya se-Sulawesi Utara.


TEMPAT DAN WAKTU PELAKSANAAN KEGIATAN

Seminar akan dilaksanakan pada hari Jumat tanggal 10 Juli 2009, bertempat di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kota Bitung.


KEPANITIAAN
Pembina : Kepala Dinas Kesehatan Kota Bitung

Penasehat : Ketua PPNI Propinsi Sulawesi Utara
Ketua PPNI Kota Bitung

Ketua : Oldi Rembet, S.Kep,Ns.
Sekretaris : Maksi Puasa,A.Md.Kep
Bendahara : Imelda Lengkong, A.Md.Kep
Koord. Sie Acara : Nani Malik,SKep,Ns & Agus Waluyan.
Koord. Sie Sekretariat : Yane Sarimin,AMdKep,SKM. & Meity Humena.
Koord. Sie Usaha Dana : Berty Sandag,SE & Martji Leong,SKep.
Koord. Sie Perlengkapan/Keamanan: Frankie Rumthe & Boike Karwur
Koord. Sie Publikasi / Dokumentasi : Verdi Papuling,Amd.Kep. & Sisca Manurip,AmdKep.
Koord. Sie Konsumsi : Meike Komalig & I Nengah Suryata.


CONTACT PERSON DAN INFORMASI

Sekretariat Panitia Seminar Keperawatan
Jl Sam Ratulangi No. 45 Telp. (0438)31910 Bitung

Contact Person:

Oldi Rembet : 081340091075 / 08884516309
Maksi Puasa : 085240544445 / 08884552939
Imelda Lengkong : 085240671221 / 08884580059


SUSUNAN ACARA

08.00 – 09.00 Pendaftaran Ulang

09.00 – 09.30 Pembukaan
Ucapan Selamat Datang dan Sambutan2


SESI I

09.30 – 10.30 Teknik Perawatan Luka Terkini (Moisture Balance / Topical Therapy)
Oleh : Frengky Watung,SKep,Ns,ETN (Enterostomal Therapi Nurse) Spesialis Perawatan Luka Dan Stoma

10.30 – 11.00 Diskusi Sesi I
11.00 – 11.15 Demo Produk
11.15 – 11.30 Rehat

SESI II
11.30 – 12.30 Deteksi Dini Diabetes Mellitus Dengan Metode Terbaru
Oleh : Dr. Herman Adriansjah, SpPD.

12.30 – 13.00 Diskusi Sesi II
13.00 – 13.15 Demo Produk
13.15 – 13.25 Istirahat / Makan Siang

SESI III
13.25 – 14.25 Perawatan Ulcus Diabeticum
Oleh : Frengky Watung,SKep,Ns,ETN (Enterostomal Therapi Nurse) Spesialis Perawatan Luka Dan Stoma.

14.25 – 14.55 Diskusi Sesi III
14.55 Door Prize & Penutupan

Sabtu, 25 Oktober 2008

Massage Untuk Mencegah Decubitus

Peningkatan masalah yang dihadapi oleh pasien-pasien dengan penyakit kronis, pasien yang sangat lemah dan pasien yang lumpuh dalam waktu lama akan beresiko tinggi memunculkan dekubitus pada pasien tersebut yang merupakan penderitaan sekunder yang banyak dialami oleh pasien-pasien yang dirawat di Rumah Sakit. Adapun hal lain yang menunjang dekubitus sebagai penyakit yang harus dicegah perkembangannya yaitu biaya tinggi akibat penyembuhan luka, lamanya waktu hospitalisasi yang akan dilalui oleh pasien, dan yang terburuk adalah pasien meninggal akibat septicemia.
Penelitian menunjukkan bahwa 6,5-9,4 % dari populasi umum orang dewasa dirawat di rumah sakit, menderita paling sedikit satu dekubitus pada setiap kali masuk rumah sakit. Pada populasi pasien lanjut usia yang dirawat di rumah sakit, insidens dekubitus dapat menjadi jauh lebih tinggi. Meskipun pencegahan dan pengobatan dekubitus telah diteliti secara luas lebih dari 30 tahun terakhir ini, hanya terdapat sedikit bukti yang menunjukkan adanya penurunan insiden dekubitus atau adanya suatu perbaikan dalam pengobatannya.
Massage merupakan salah satu faktor yang dapat mencegah dekubitus, akan tetapi belum terbukti pengaruhnya bagi pencegahan penyakit tersebut.