Minggu, 10 Januari 2010

Pengaruh pemberian informasi prosedural tentang pertolongan persalinan terhadap tingkat kecemasan ibu primigravida

Kehamilan pertama bagi seorang wanita merupakan salah satu periode krisis dalam kehidupannya. Pengalaman baru ini memberikan perasaan yang bercampur baur, antara bahagia dan penuh harapan dengan kekhawatiran tentang apa yang akan dialaminya semasa kehamilan. Kecemasan tersebut dapat muncul karena masa panjang saat menanti kelahiran penuh ketidakpastian, selain itu bayangan tentang hal-hal yang menakutkan saat proses persalinan walaupun apa yang dibayangkannya belum tentu terjadi. Situasi ini menimbulkan perubahan drastis, bukan hanya fisik tetapi juga psikologis. Disadari bahwa kecemasan yang tertinggi yang dirasakan oleh seorang wanita hamil adalah proses persalinan. Ketakutan, kecemasan dan mitos-mitos yang salah membuat proses persalinan adalah sesuatu yang menakutkan. Pandangan ini seharusnya dirubah menjadi pandangan yang positif .
Kecemasan ialah suatu pengalaman subjektif mengenai ketegangan mental yang menggelisahkan sebagai reaksi umum dan ketidakmampuan menghadapi masalah atau adanya rasa aman. Perasaan yang tidak menyenangkan ini umumnya menimbulkan gejala-gejala fisiologis (seperti gemetar, berkeringat, detak jantung meningkat, dan lain-lain) dan gejala-gejala psikologis (seperti panik, tegang, bingung, tak dapat berkonsentrasi, dan sebagainya). Penelitian membuktikan bahwa kondisi psikologi dan emosi sangat berpengaruh kepada pertumbuhan janin dalam kandungan. Dari penelitian terbukti bahwa wanita hamil mengalami kecemasan akan berpengaruh terhadap tumbuh kembang bayinya karena terjadi perubahan gen dalam tubuh.
Selama tiga bulan pertama kehamilan, terbukti bahwa wanita mengekspresikan ansietas tertentu, terutama berkenaan dengan persalinan, menjadi orangtua, kesehatan bayi, saran yang bertentangan dan kekhawatiran mengalami keguguran. Banyak ansietas ini menghilang selama trimester kedua kehamilan. Namun, dalam tiga bulan terakhir, ansietas mengenai persalinan kembali muncul. Jika ibu dalam masa kehamilan merasa bahagia maka bayi yang dikandungnya akan tumbuh optimal dan pada akhirnya setelah mereka lahir kedunia ibu bisa memberikan ASI yang merupakan hak dari si bayi.
Setiap wanita hamil dan keluarganya dipengaruhi dan berespons terhadap kehamilan dengan cara yang berbeda-beda. Pemantauan kehamilan yang cermat dan respons terhadap perawatan adalah hal yang penting. Perawat dalam memberikan informasi pada pasien juga menggunakan cara yang terapeutik untukmengatasi masalah pasien . Dalam teori Model Interaksi King menekankan bahwa pada proses komunikasi yang terjadi antara Perawat dengan klien merupakan hasil interaksi yang bertujuan untuk menentukan suatu keputusan dalam pelaksanaan tindakan kesehatan. Perawat tidak dapat melakukan tindakan kepada klien tanpa ada proses interaksi dan komunikasi tentang tindakan yang akan dilakukan pada klien. Perawat perlu menjelaskan prosedur tindakan yang akan dilakukan, resiko – resiko yang mungkin terjadi pada klien akibat bila tindakan tidak dilakukan dan biaya yang dikeluarkan dalam tindakan tersebut, semua harus dikomunikasikan pada klien agar keputusan yang dibuat oleh klien merupakan keputusan yang tepat dan yang terbaik bagi klien. Hasil penelitian dalam Jurnal Penelitian Ilmiah Kesehatan disebutkan tidak ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan penerapan proses keperawatan; ada hubungan positif dan bermakna antara komunikasi interpersonal dengan penerapan proses keperawatan; ada hubungan positif dan bermakna antara keterampilan teknik dengan penerapan proses keperawatan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar