Rabu, 10 September 2008

Faktor-Faktor Resiko Terjadinya Phlebitis

Rumah sakit sebagai sarana pelayanan Kesehatan harus peka terhadap perubahan dan tuntutan yang terjadi dalam masyarakat yaitu tuntutan pelayanan rumah sakit yang berkualitas tinggi. Sebagai salah satu tolak ukur mutu pelayanan rumah sakit yang bermutu adalah rendahnya angka kejadian infeksi dan nosokomial. Infeksi nosokomial merupakan infeksi yang diakibatkan dari pemberian pelayanan kesehatan. Infeksi berhubungan dengan prosedur diagnostik atau prosedur teraupetik, dan sering memanjangkan waktu tinggal di rumah sakit, sehingga biaya perawatan pasien turut pula meningkat.Salah satu prosedur terupetik yang menyebabkan timbulnya infeksi pembuluh darah vena pada umumnya berhubungan dengan prosedur pemasangan infus.
Dari semua pasien yang dirawat di rumah sakit, setiap tahun sekitar 50% pasien mendapatkan terapi intavena.Tindakan pemasangan infus bisa menimbulkan beberapa resiko jika tidak dilakukan secara benar dan salah satu efek yang timbul dari pemasangan adalah phlebitis.
Sejumlah faktor yang dapat mengontribusi terjadinya infeksi nosokomial faktor-faktor resiko terjadinya phlebitis adalah tindakan pemasangan infus, lama pemasangan, pilihan vena, jenis cairan (cairan hipertonik) dan pemilihan jarum. Dan salah satunya adalah tindakan pemasangan infus adalah merupakan faktor yang dapat mengkontribusi penyebaran migroorganisme.
Phlebitis (Inflamasi Vena) merupakan salah satu komplikasi pada terapi cairan intra vena. Phlebitis merupakan salah satu radang akut dimana merupakan respon langsung dari tubuh terhadap cedera atau kematian sel.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar